Explore Bangkok

 

with: Wahidah Oktavia

as you can read in Hijabella Magazine 15th Edition

 

The World Is A Book And Those Who Do Not Travel Read Only A Page

Destinasi travelista kali ini adalah Bangkok, dear HIjabellove. Kami mendarat di Bandara Don Mueang pukul 12 siang dan telah dijemput oleh tour guide, seorang pemuda asli Thailand yang akrab dipanggil Bas berusia 24 tahun dan hebatnya dia fasih sekali berbahasa Indonesia. Kami diantar menuju hotel di seputaran Ramkhamhaeng Street bernama All Season Hotel Huamark. Tidak ada perbedaan waktu antara Indonesia dan Thailand, jadi kamu tidak usah menyesuaikan jam atau khawatir jetlag, hehe.

 

Asiatique

 

Istirahat, mandi, dan sholat lalu pukul 2 siang kami berangkat ke destinasi pertama yakni Asiatique. Ini destinasi yang terbilang cukup baru di Bangkok. Di kawasan ini terdapat Mekhong Flyers, Calypso Show, Muay Thai Live Show (tentatif), Food Court, dan Night Market. Letaknya di pinggir sungai Chao Praya, cukup romantis kalau menjelang sore dan malam hari. Karena kami datang bukan saat peak season jadi kondusif sekali untuk foto-foto karena tidak terlalu ramai pengunjung. Kami naik Mekhong Flyers pukul 7 malam dan suasana sudah cukup bagus untuk menikmati indahnya lampu kota dari atas. Kalau sudah laper, disini ada makanan halal di salah satu resto India di food court, jadi ga perlu khawatir.

Night Market Bangkok adalah salah satu yang ngga boleh dilewatkan. Memang sih, Night Market disini ngga jauh beda sama di Indonesia, yang penting yang dijual bukan barang curian, black market atau barang second yaa. Kalau kamu punya hobi dan kemampuan di bidang tawar menawar kamu bisa puas-puasin deh nawar disini. Banyak pilihan Night Market di setiap sudut kota Bangkok, di sepanjang jalan atau di spot-spot tertentu, bahkan ada yang buka di hari tertentu, misalnya Chatuchak Night Market yang cuma ada saat weekend. Produk fashion seperti baju, tas, sepatu, aksesoris dan beragam oleh-oleh biasanya ada lengkap di setiap Night Market. Kami kemarin sempat datang di dua Night Market, yang berada di kawasan Asiatique dan satu lagi di sepanjang jalan Pratunam arah menuju Platinum Mall.

 

Wat Pho

 

Sebagai umat muslim yang baik, toleransi terhadap budaya atau agama lain juga perlu ya. Bukan untuk mengikuti ajaran agamanya tapi untuk sekedar mengetahui sehingga timbul sikap toleransi tersebut. Hari kedua kami ke kawasan Wat Pho atau Wat Phra ini berada di Distrik Rattanakosin dan berdekatan dengan Grand Palace. Wat Pho dikenal juga dengan nama Kuil Budha Berbaring berlapis emas yang panjangnya 46m dan tinggi 15m. Sebenarnya objek wisata ini juga ada di Indonesia, yakni di wilayah Trowulan, Mojokerto, Jawa Timur, hanya saja letaknya tersembunyi dan kurang diekspos. Di kawasan ini ada juga Emerald Budha, The Contorted Hermit Mont, Outdoor Museum, Phra Ubosot, Phra Kanparian, Sala Rai, Phra Chedi Rai, dan masih banyak lagi.

 

Kami melihat cara dan tradisi berdoa setiap agama memang bisa berbeda, tapi intinya sama. Semua umat beragama berdoa kepadaTuhan yang ia percaya dengan segenap hati mereka dan percaya bahwa Tuhan mereka bisa mengabulkan dan memberikan mereka yang terbaik. Tempat berdoa dan beribadah juga bisa saja berbeda tapi yang pasti setiap agama punya rumah Tuhan, tempat suci yang wajib kita hormati, seperti masjid bagi kita dan vihara bagi umat Buddha di Thailand ini. Terkutip dalam sebuah ayat dalam Al Quran, “Lakum diinukum waliyadiin” yang artinya “Bagimu agamamu dan bagiku agamaku”.

 

Wat Arun

 

Wat Arun famous dengan julukan Temple of Dawn tapi eksotisme bangunan ini lebih kece kalau dinikmati saat senja sampai malam dengan lampu-lampunya. Letaknya di distrik Yai, Bangkok, hulu Sungai Chao Praya, karenanyalah kami harus menaiki kapal menyebrangi sungai walaupun hanya 5 menit untuk sampai kesini.

 

Disini kami memang salah fokus hehe, karena kata tour guide kami belanja oleh-oleh disini paling murah dibandingkan kawasan wisata lainnya atau bahkan di MBK dan Platinum. Jadilah kami cuma narsis seadanya dan lebih banyak porsi untuk belanja cinderamata. Benar saja, harga disini lebih murah sampai 100 baht tiap itemnya. Wow! Oia, hampir semua penjual disini bisa bahasa Indonesia lho (walaupun terbatas untuk kosakata dagang saja). Ini sih katanya karena turis yang suka belanja dan paling banyak dateng ke kawasan tersebut adalah orang Indonesia jadi mereka lama-lama akrab dengan bahasa Indonesia. Hmmm, ternyata hobi belanja masyarakat kita sudah terkenal kemana-mana. Kami sempat mencoba pakaian tradisional kerajaan ala wanita Thailand juga lho. Orang Thailand suka warna cerah dengan ornamen berwarna gold.

 

Garden palace dan Throne Hall

 

 

Salah satu spot favorit kami adalah The Ananta Samakhom Throne Hall. Tempat ini adalah istana kerajaan Thailand zaman dahulu yang saat ini telah diubah menjadi museum dan dibuka untuk umum. Nuansa istana berarsitektur dan didesain mirip seperti Gedung Putih ala Amerika ini selesai dibangun tahun 1915 dan memang indah. Kalau melihat nuansa kota Bangkok yang wisatanya penuh dengan Wat alias Vihara, melihat Throne Hall seperti melihat sisi lain dari Thailand. Sayang kami cuma sebentar di sini.

 

Melanjutkan perjalanan menuju Grand Palace yakni kompleks bangunan istana di bangkok yang fungsinya dijadikan tempat tinggal resmi Raja-Raja Thailand dari abad ke-18. Mulai dibangun tahun 1782 pada pemerintahan Raja rama I, walaupun begitu istana ini tidak ditempati oleh raja yang sekarang yakni Raja Bhumibol Aduljadej melainkan di Istana Chitralada. Namun Grand Palace selalu dijadikan venue menggelar upacara dan ritual kerajaan seperti pemakaman, pernikahan, jamuan kerajaan, penobatan, dll.

 

Jawa Mosque

 

Eits, Hijabellove tidak boleh lupa sholatnya ya kemanapun kita pergi. Allah SWT telah memberikan banyak kemudahan kepada umatnya yang melakukan perjalanan kok. Mampir yuk ke masjid di Bangkok untuk sholat dan ternyata ada “Kampung Jawa” di Bangkok yang didiami sekitar 500 kepala keluarga lho. Tepatnya di Soi Rome Nam Khaeng 5, Sathorn, Bangrak. Terdapat sebuah tempat ibadah umat muslim bernama Masjid Jawa yang didesain dengan gaya arsitektur Demak. Memang letaknya agak ke dalam gang yang kira-kira hanya cukup untuk satu mobil dan kalau kesini pasti ga kerasa kalau sedang di luar Indonesia. Masjid ini punya bedug berumur kurang lebih 1 abad lho katanya dan warga sekitar juga rajin bikin pengajian rutin di masjid Jawa ini.

 

Madame Tussaud

 

Hari terakhir ini kita awali hari menuju ke sebuah wisata narsis yuk! Tempat replika patung-patung lilin orang terkenal sampai politikus dan negarawan ini bernama Madame Tussaud. Kenapa disebut wisata narsis? Yang pasti disini kta bisa narsis sepuasnya foto-foto sama tokoh favorit atau artis-artis. Saat itu kami butuh waktu 3 jam lho untuk selesai foto dengan semua patung (iya, semuanya) yang ada di sana. Dari hotel perjalanan kurang lebih 1 jam karena kita berangkat pukul 10 pagi dan saat itu macetnya Bangkok sama seperti di Jakarta. Letak Madame Tussaud berada di wilayah sentral Bangkok yakni tepatnya di Mall lantai 6. Harga tiket masuknya kalau beli on the spot terkadang lebih mahal dari harga travel atau beli online, lumayan lho bisa separuh harga sendiri, bisa buat makan atau belanja, hihihi.

 

MBK dan/atau Platinum Mall

 

Kenapa ditulis dan/atau? Karena memutari satu mall saja akan menghabiskan waktu kamu berjam-jam dan tanpa sadar kamu kecapekan dan stres sendiri milih berbagai macam barang disana. Ini sih kisah nyata, dear Hijabellove. Kami rasanya masih pengen terus memutari seluruh mall karena penasaran dengan setiap barang yang ditawarkan. Harganya juga bisa setengah harga dari yang di Indonesia lho. Kami sempatkan datang ke dua mall ini karena penasaran. Guide tour kami juga tidak keberatan mengantarkan pilihan custom kami tersebut. Koleksi di Platinum Mall saat ini lebih banyak disukai oleh anak-anak muda karena lebih up to date juga lebih banyak dijadikan destinasi grosiran, mirip Mangga Dua atau Tanah Abang di Indonesia gitu deh. Tapi banyak toko yang mulai tutup pukul 7 malam, jadi maksimalkan sebelum semua tutup :p

 

Seafood

 

Ini dia yang tidak boleh kamu lewatkan di Thailand, wisata kuliner! Memang bagi non muslim, variasi makanan disini sangat memanjakan lidah dan mata, tapi untuk yang muslim pilihannya mungkin ga terlalu banyak, tapi satu yang wajib kamu coba di negara ini yakni, Seafood!!! Iya, Thailand memang terkenal dengan hasi lautnya, dan tomyam bisa langsung kamu pesan tanpa perlu pikir panjang. Rasa tomyam di sini lebih tasty and delicious. Entah karena pengaruh mindset aja atau memang bumbu dan takaran sajian seafood disini lebih mantap dan dengan size lebih extra large dari umumnya yang ada di negara kita. Faktanya, salah satu tim Hijabella ada yang tadinya ga suka sama tomyam, eh tapi dia bisa abis 3 mangkuk tomyam dan baru sadar kalau itu adalah tomyam setelah habis, hihihi :p

 

Thailand punya kesamaan dengan wisata di Indonesia, yakni tidak akan habis dikunjungi dalam waktu sebentar. Banyak spot yang ingin dieskplor dan dikunjungi lagi dan lagi. Wisata Thailand selalu beradaptasi sehingga ketika kembali kesini satu atau dua tahun lagi mungkin ada satu destinasi baru atau renovasi destinasi yang sudah ada. Keep travelling around the world, dear Hijabellove!

 

For Your Info :

  • Buah pomegranate alias delima banyak dijual di sepanjang jalan sebelum masuk ke Wat Arun dan Wat Pho. Masih segar, besar dan menggiurkan sekali. Selain dijual langsung buahnya, bisa juga beli yang sudah dalam bentuk jus segar. Coba deh!
pomegranate 40 baht enak banget, hehe

pomegranate 40 baht enak banget, hehe

  • Kalau tiba-tiba kehabisan uang karena kala belanja oleh-oleh, kamu bisa tarik tunai uang baht melalui jaringan ATM disana dengan biaya charge 180 baht, jadi mending disesuaikan dulu kebutuhannya sebelum ambil uang.
  • Naik Tuk-Tuk (mirip bajaj kalau di Indonesia) memutari beberapa tempat wisata di pusat kota Bangkok biasanya ditawar dengan harga 60 baht, cukup murah, tapi kamu akan diajak ke satu atau dua tempat pusat oleh-oleh yang sudah rekanan dengan mereka, jangan khawatir meski begitu mereka tidak mengharuskan untuk membeli kok. Jadi, ikuti saja tracknya J
  • Di Wat Pho, tiket masuknya sudah termasuk welcoming drink lho dan kamu bisa refill minum juga jadi ga usah beli dari luar deh.
  • Banyak warga Thailand yang tidak bisa berbahasa Inggris, jadi usahakan kamu bisa melafalkan beberapa kata penting dalam bahasa Thailand yang dibutuhkan selama kamu disana. Kalau tidak, alamat bahasa tubuh deh yang bakal keluar, hehe.
  • Backpacker ke Bangkok memang asik, tapi buat kamu yang tidak bisa bahasa Thailand dan bahasa Inggris-pun masih terbata-bata, lebih baik ikut jasa travel karena semua itinerary, tiket masuk, akomodasi serta transportasi kamu sudah dijamin. Salah satu paket wisata yang kami rekomendasikan salah satunya bisa kamu lihat di www.pengenliburan.com ya dear, Hijabellove J

 

Price Info :

  • Mekhong Flyers : 250 baht/orang
  • Calypso Show + Dinner : 1200 baht/orang
  • Muay Thai Live Show : 500 baht/orang
  • Sewa Van (untuk 10 orang maksimal, selama 12 jam) : 800-1000 baht
  • Entrance Wat Pho : 100 baht/orang
  • Garden Palace : 400 baht/orang
  • Madam Tussaud : 1000 baht/orang
  • Entrance Wat Arun : 50 baht/orang

(Price info ini buat guideline kamu yang pergi tanpa travel)

 

 

 

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s