Image

Kritik Pariwisata Indonesia : Case Study Singapore Flower Dome & Cloud Forest

Untuk negara Asia yang mengalami banyak perkembangan dan bisa dikatakan maju, Singapura bisa dikatakan role model dalam beberapa hal.

Salah satunya adalah pariwisata.

Pemerintahnya berupaya membuat negara yang minim sumber daya alam ini menjadi destinasi wisata buatan yang cukup disorot dunia.

Wisata buatan? Betapa tidak!

Gardens by the Bay salah satu bukti nyatanya.

Jika pernah mendengar istilah Nature Meets Technology, yaps, itulah Singapura.

Masuklah ke Garden by the Bay ini dan jejakkan kaki ke Flower Dome dan Cloud Forest-nya.

Bukankah itu rekayasa?

Tidak benar-benar alami.

Bunga-bunga cantik dari berbagai belahan dunia dikumpulkan dan di tanam di dalam sebuah rumah kaca besar dan menjadi apik karena tertata di tangan arsitektur botani ahli, sehingga boom! Jadilah Flower Dome.

the multifunction Shawl by All Scarf

Gardens by the Bay (the multifunction Shawl by All Scarf )

Seorang rekan kerja saat mengunjungi Cloud Forest berkata “Segitunya ya Singapura pengen punya hutan, sampai harus membuat hal ini?”.

Ini menggelitik.

Cloud Forest simbol kritik atas global warming yang terjadi di dunia saat ini.

Air terjun dibuat dalam ruang tertutup di sebuah rumah kaca besar dan luas lengkap dengan nuansa hutan belantaranya.

Mungkin saat global warming berada pada ambang batasnya, kita akan dapat melihat hutan, air terjun, sungai, taman, bunga, dan tanaman lainnya dengan cara seperti ini?

Tidak kah itu membuat kita, warga Indonesia, serasa takjub sekaligus miris?

muncullah banyak pertanyaan semacam “Bagaimana cara maintenance-nya? Berapa biaya yang sudah dikeluarkan untuk investasi seperti ini? Terknologi seperti apa yang diterapkan? Apakah ini hanya sekedar fungsi pariwisata? Atau ambisi para pembesarnya?”

Flower Dome~Cloud Forest (Top by Inspirasi Cantik)

Flower Dome~Cloud Forest
(Top by Inspirasi Cantik)

Bisa diakui dong, Singapura memang kecil, hanya 710km2, bahkan luasnya tidak sebesar Jakarta,  ibukota negara kita, namun dua wilayah ini punya aura yag sangat berbeda.

Setiap gedung yang ada di Singapura adalah mono. Berdiri tegak vertikal! (bukan memanjang horizontal)

Jelas, tujuannya adalah mengefektifkan lahan sehingga mereka bisa punya ruang terbuka hijau yang lebih banyak.

Indonesia.

Tidak perlu repot mengumpulkan banyak jenis tanaman dari berbagai negara karena ratusan jumlah varietas tanamannya.

Tidak perlu susah menanam dan merawat karena bunga-bunga, tanaman, hewan, air terjun, hutan, dan sumber daya alam lainnya telah ada, tumbuh dan indah dengan sendirinya di tanah yang subur.

Yang perlu dilakukan adalah  membuat itu semua tetap indah dan bermanfaat.

Masih butuhkah didatangkan ahli botanical atau arsitektural dari belahan dunia lain untuk menyulap sumber daya alam kita menjadi sesuatu yang lebih dari sekedar “pariwisata”?

Harusnya ini surga!

Surga dunia.

Sehingga saat semua orang yang datang ke negara ini haruslah berdecak kagum bahkan sampai tidak ingin kembali ke negara asalnya karena Indonesia kaya raya.

Yah itu cita-cita, dan wajib diamini.

Anyway, I love you, Indonesia 🙂

Flower Dome and Cloud Forest. Nature meets technology! (Shoes by Kaniwa)

Flower Dome and Cloud Forest. Nature meets technology!
(Shoes by Kaniwa)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s